Login86.com | METRO — Pemerintah Kota Metro resmi memulai kembali sejumlah proyek pembangunan infrastruktur jalan. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, dalam mendorong kualitas infrastruktur yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Namun, pembangunan ini juga disertai peringatan keras dari Wali Kota. Bagi kontraktor atau pemborong yang mengabaikan kualitas akan masuk daftar hitam alias blacklist.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso usai meninjau proyek pembangunan jalan di Kota setempat, Senin (7/7/2025). Wali Kota menyampaikan ultimatum tegas kepada para pelaksana proyek. Ia meminta semua pihak yang terlibat dalam pekerjaan jalan untuk memprioritaskan mutu.
“Kami hari ini melakukan kontrol pembangunan jalan. Saya sudah minta kepada pemborong, khususnya untuk pembangunan fisik seperti ini, kualitasnya harus yang terbaik. Kalau ada pemborong nakal, langsung kita blacklist. Tidak ada kompromi,” tegasnya kepada awak media.
Menurut Wali Kota, pembangunan jalan bukan hanya soal menyelesaikan proyek, tetapi soal memberikan layanan infrastruktur yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Karenanya, ia meminta komitmen penuh dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta semua pihak untuk memastikan mutu pekerjaan sesuai standar.
“Ini jalan umum. Masyarakat bisa menilai sendiri kualitas pekerjaan yang dilakukan. Maka saya tegaskan, bekerja yang benar, berikan hasil terbaik. Kalau bagus, ke depan bisa kita pertimbangkan kembali untuk diberi proyek. Tapi kalau asal-asalan, jangan harap bisa kerja lagi di Metro,” ucapnya.
Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Lampung dan jajaran Pemerintah Provinsi yang telah merealisasikan perbaikan Jalan Pattimura, salah satu jalur penting di Kota Metro.
“Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur. Melalui komunikasi yang baik, Jalan Pattimura akhirnya mulai diaspal. Tapi saya tetap dorong agar ke depan bisa dilakukan rigid beton. Karena ini jalur penghubung ke Lampung Tengah, dan kalau dicor bisa bertahan sampai 10 tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR, Ardah menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan ke tiga titik proyek pembangunan jalan. Yang mana satu diantaranya merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi Lampung.
“”Hari ini kita bersama-sama mengikuti peninjauan jalan, bersama Pak Walikota. Yang pertama kita tinjau di Jalan Pattimura, di sana kita menerima pekerjaan dari provinsi. Tadi sudah kita lihat dan sudah dikerjakan oleh provinsi, mudah-mudahan kedepannya untuk Jalan Pattimura sesuai dengan harapan pak wali bisa ditingkatkan di tahun depan, dan bisa di-regid sehingga lebih kuat lagi,” jelasnya.
Sementara itu untuk pengaspalan di Jalan AR Prawiranegara, Pemkot mengucurkan anggaran sebesar Rp 730 Juta lebih dari dana APBD.
“Kemudian kedua kita melakukan peninjauan di Jalan AR Prawiranegara yang menggunakan dana APBD. Di Jalan AR Prawiranegara juga sudah selesai overlay. Untuk jalan ini kita menyerap dana APBD sebesar Rp 730.101.000,” jelasnya.
“Pembangunan jalan ini dibagi menjadi dua link, ada link pertama dengan panjang 168 meter dan lebar 10 meter. Kemudian pada link kedua dengan panjang 77 meter dan lebar 10 serta 5,6. Untuk pengerjaannya pengaspalan,” imbuhnya.
Selanjutnya untuk pembangunan Jalan Sutan Syahrir, pemerintah menggelontorkan dana APBD sebesar Rp 2,4 miliar lebih dengan proyek rigid beton.
“Kemudian di Jalan Sutan Syahrir, itu di rigid sisa dari yang sudah ada dengan panjang 110 meter. Ini sudah mulai dikerjakan dan mudah-mudahan dalam waktu 2 sampai 3 bulan ke depan itu sudah jadi. Karena pekerjaan itu tidak bisa sekaligus dan harus sebelah-sebelah,” bebernya.
“Untuk jalan Suttan Syahrir itu menyerap dana APBD sebesar Rp. 2.490.255.000. kemudian panjangnya 110 meter dengan lebar 6 meter. Untuk proyeknya rigid beton,” tambahnya.
Ardah berharap, seluruh lapisan masyarakat dapat bersama melakukan pengawasan terhadap berbagai proyek pembangunan khususnya jalan di kota Metro.
“Kita berharap, semua sama-sama bisa mengawal sesuai visi misi Bapak Walikota bahwa Jalan harus bagus. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar, karena proyek itu rigid, target kita 2 sampai 3 bulan kedepan selesai. Kita harap kepada masyarakat dapat bersabar, jalan-jalan yang rusak sudah mulai dicicil pembangunannya. Kita harap semua dapat sama-sama mengawasi, mana yang mudah-mudahan tahun ini jalannya rusak bisa kita selesaikan dengan cepat,” tandasnya. (Red)
